Umroh merupakan ibadah yang dilakukan dengan mengunjungi Baitullah dan melaksanakan rangkaian ibadah tertentu. Bagi jamaah yang baru pertama kali berangkat, memahami urutan pelaksanaannya sangat membantu dalam mempersiapkan diri. Secara umum, rangkaian utama umroh meliputi ihram dan niat, tawaf, sa'i, serta tahallul. Setiap tahapan memiliki tata cara yang perlu dipelajari dengan benar.
Berikut penjelasan ringkas mengenai tahapan tersebut:
Ihram dan Niat Umroh
Ihram merupakan keadaan ketika seseorang memulai ibadah umroh dengan niat dan kemudian terikat oleh ketentuan-ketentuan ihram. Jamaah mempersiapkan diri sebelum melewati miqat, yaitu batas tempat untuk memulai ihram sesuai ketentuan perjalanan. Waktu dan lokasi miqat perlu diperhatikan berdasarkan rute perjalanan serta arahan pembimbing ibadah.
Bagi laki-laki, pakaian ihram umumnya berupa dua lembar kain tanpa jahitan yang digunakan sesuai ketentuan. Jamaah perempuan mengenakan pakaian yang menutup aurat dan memenuhi ketentuan syariat; tidak ada keharusan menggunakan warna pakaian tertentu. Setelah berniat umroh, jamaah menjaga diri dari larangan-larangan ihram sampai tahallul. Pelajari ketentuan tersebut melalui manasik dan bimbingan yang terpercaya agar dapat menjalankannya dengan baik.
Melaksanakan Tawaf
Tawaf adalah ibadah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran, dimulai dari arah Hajar Aswad dengan Ka'bah berada di sebelah kiri. Jamaah mengikuti jalur tawaf sesuai arahan petugas dan kondisi di Masjidil Haram. Ketika area padat, utamakan keselamatan, jaga jarak yang memungkinkan, dan hindari mendorong atau menyakiti jamaah lain.
Selama tawaf, jamaah dapat berzikir, berdoa, dan membaca doa yang dipahami. Tidak perlu merasa harus menghafal satu rangkaian doa khusus untuk setiap putaran apabila tidak mengetahuinya. Tanyakan kepada pembimbing jika membutuhkan panduan lebih lanjut.
Tawaf mengajarkan ketekunan dan mengingatkan jamaah untuk memusatkan perhatian kepada Allah SWT di tengah keramaian. Setelah tawaf, jamaah melanjutkan rangkaian ibadah sesuai tuntunan dan arahan pembimbing.
Melaksanakan Sa'i antara Safa dan Marwah
Sa'i merupakan ibadah berjalan antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh perjalanan. Perjalanan pertama dihitung dari Safa menuju Marwah, kemudian perjalanan kedua dari Marwah menuju Safa, dan seterusnya hingga perjalanan ketujuh berakhir di Marwah. Sa'i mengingatkan umat Islam pada kisah Siti Hajar yang berikhtiar mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS. Kisah tersebut mengajarkan pentingnya usaha, kesabaran, dan tawakal kepada Allah SWT.
Jamaah dapat berdoa, berzikir, dan menjaga fokus selama sa'i. Jalur sa'i memiliki fasilitas yang membantu jamaah menjalankan ibadah, termasuk fasilitas bagi orang yang membutuhkan bantuan mobilitas. Ikuti petunjuk petugas serta pembimbing apabila memerlukan bantuan atau belum memahami arah perjalanan.
Melaksanakan Tahallul
Tahallul dalam umroh dilakukan dengan mencukur atau memotong rambut sebagai penanda berakhirnya keadaan ihram sesuai ketentuan. Laki-laki dapat mencukur habis rambut atau memendekkannya sesuai tuntunan yang dipelajari. Bagi perempuan, umumnya dilakukan dengan memotong sebagian kecil ujung rambut sesuai ketentuan fikih.
Setelah tahallul dilakukan dengan benar, jamaah keluar dari keadaan ihram dan ketentuan larangan ihram berakhir. Karena tahallul termasuk bagian penting dalam rangkaian umroh, pastikan cara pelaksanaannya dipahami melalui bimbingan ibadah yang terpercaya.